|
Terlalu Lama di Depan Televisi Bikin Jarak dengan Orangtua |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Jumat, 05 Maret 2010 |
|
TERLALU banyak waktu di depan komputer atau televisi tak hanya menimbulkan efek buruk pada penglihatan. Namun, kegiatan tersebut juga bisa membuat jarak antara orangtua dan para remaja. Benarkah?
Sebuah studi terbaru menunjukkan, remaja memiliki hubungan yang buruk dengan orangtua dan teman-temannya dipicu oleh kebiasaan menghabiskan waktu di depan komputer atau televisi. Para peneliti pada studi tersebut meneliti 3.043 remaja Selandia Baru dengan usia 14 sampai 15 tahun, di mana mereka memberikan rincian tentang cara mereka menghabiskan waktu luang dan hubungannya dengan orang terdekatnya.
Remaja yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton televisi atau menggunakan komputer, dilaporkan memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kesulitan dalam membentuk hubungan atau ikatan emosional dengan orangtua mereka. Kesempatan untuk memiliki hubungan buruk kepada orangtua pun meningkat 4 persen, untuk setiap jam yang dihabiskan para remaja yang menonton televisi. Dan kenaikan sebanyak 5 persen untuk setiap jam yang dihabiskan hanya dengan menggunakan komputer. Sedangkan, remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah atau membaca buku memiliki hubungan lebih bagus dengan orangtua mereka. Penulis penelitian tersebut mencatat dalam laporan yang diterbitkan dalam Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine, edisi Maret. Demikian seperti okezone kutip dari Health Day, Rabu (3/3/2010). Para peneliti di University of Otago di Dunedin juga menganalisis wawancara yang dikumpulkan, mengenai tanggapan dari 976 anak usia 15 tahun pada tahun 1987 dan 1988. Untuk setiap tambahan satu jam menonton televisi, remaja memiliki peningkatan risiko 13 persen untuk memiliki hubungan buruk dengan orangtua mereka. Dan peningkatan sekira 24 persen juga berimbas pada keterikatan remaja dengan para sahabatnya. Ada beberapa kemungkinan yang menyebutkan alasan terlalu banyak waktu di depan layar dapat memengaruhi hubungan remaja dengan keluarga dan kolega. Sebagai contoh, remaja yang memiliki televisi di kamar tidur, mereka menghabiskan lebih banyak waktu menonton televisi dan untuk makan bersama dengan keluarga jelas berkurang. "Namun, mungkin juga remaja yang memiliki hubungan kurang baik dengan keluarga dan teman-temannya menggunakan komputer untuk memfasilitasi tokoh baru seperti teman-teman online," jelas para peneliti. "Mengingat pentingnya keterikatan antara orangtua dan teman-teman sebaya pada kesehatan dan perkembangan remaja, dengan perkembangan pesat layar berbasis pilihan untuk hiburan, komunikasi, dan pendidikan. Masih dibutuhkan penelitian berkelanjutan untuk memantau dampak teknologi tersebut terhadap pembangunan sosial, secara fisik dan psikologis dalam kesejahteraan di kalangan remaja," tukas para peneliti.(okezone.com) |